November 22, 2014

Membuat Bingkai Secara Cepat Pada Photoshop CS


Ada banyak cara membuat bingkai secara cepat menggunakan Photoshop CS. Sekarang, kita akan mempelajari salah satunya.
Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

1. Klik Rectangular Marquee Tool
yang ada di jendela Tools.



2. Buatlah bidang seleksi menggunakan Rectangular Marquee Tool itu di atas kanvas. Saat membuat, ciptakan jarak antara tepi bidang seleksi dengan tepi kanvas sehingga bidang seleksi itu tampak lebih kecil dibanding ukuran kanvas. Lihat ilustrasi berikut ini:

Ciptakan Bidang Seleksi Lebih Kecil
Dibanding Ukuran Kanvas
3. Kalau sudah, tekan Ctrl+Shift+I untuk membalik seleksi.
4. Klik menu Edit > Fill.
5. Pada bagian Use, pilih Color dan ambillah salah satu warna untuk mewarnai bingkai ini.
6. Tekan OK jika sudah dan dalam sekejap, Anda akan punya bingkai baru.
7. Tekan Ctrl+D untuk menghilangkan g
aris seleksi.
Hasil Bingkai Instan





November 20, 2014

Mencetak Banyak Foto dalam Satu Lembar Kertas Secara Cepat pada Photoshop CS

Apabila Anda memilih menu File > Print maka Anda hanya bisa mencetak satu foto dalam satu kertas pada saat yang bersamaan. Tapi, lewat trik ini, kita bisa mencetak beberapa foto sekaligus dalam satu lembar kertas secara cepat dan praktis. 

Ikuti langkah-langkah berikut ini: 
1.  Klik menu File > Automate > Picture Package.
2.  Anda akan masuk ke jendela Picture Package. Pada menu drop-down Use, pilih File. 
3.  Pada menu drop-down Page Size, pilih salah satu ukuran kertas yang Anda inginkan. Secara default, ukuran kertas yang baku adalah 8x10 inchi. 
4.  Atur berapa jumlah foto yang akan diletakkan dalam satu lembar kertas itu dengan memilih jumlahnya pada menu drop-down Layout. 
5.  Pada bagian Resolution, masukkan angka 300 pixels/ inchi. 
6.  Klik salah satu kotak yang ada di bagian Layout dan pilihlah foto pertama yang ingin Anda masukkan ke dalam kertas cetakan. 
7.  Lakukan Langkah 6 untuk kotak-kotak yang ada di bagian Layout sampai semuanya terisi foto. Lihat ilustrasi pada Gambar. 
8.  Klik tombol OK jika sudah. 
Mengatur Foto-Foto yang akan Dicetak Serempak
Tunggulah beberapa saat, Adobe Photoshop CS akan merangkai semua gambar itu menjadi satu. Setelah menyatu, Anda bisa mencetak semua foto itu sekaligus dengan mengklik menu File > Print. 

November 19, 2014

Men-Zoom dengan Cepat pada Photoshop CS

Hampir setiap software pengolah grafis memiliki fasilitas Zoom ini, entah Zoom In atau Zoom Out. Zoom In sendiri dipakai untuk memperbesar tampilan gambar sehingga detailnya akan tampak lebih jelas sementara Zoom Out merupakan kebalikannya, untuk memperkecil tampilan gambar. 

Dengan menggunakan Photoshop CS, Anda akan temukan banyak teknik untuk men-zoom in atau men-zoom out sebuah gambar. 

Cara cepat pertama yaitu dengan menekan tombol Ctrl++ di mana tanda + yang terakhir adalah tanda plus yang ada di  keyboard Anda untuk men-zoom in objek. Sementara untuk zoom out, tekanlah Ctrl+-. 

Cara cepat kedua yaitu menggunakan jendela Navigator. Tampilkanlah dengan mengklik menu Window > Navigator. Masukkan angka dalam wujud persen ke kotak yang telah disediakan dalam jendela Navigator dan besar kecilnya tampilan gambar akan mengikuti angka yang Anda masukkan itu. 
Anda Bisa Menggunakan Jendela Navigator untuk Men-Zoom Objek Secara Cepat 
Ketiga, Anda bisa menggunakan scroll mouse Anda jika mouse Anda memiliki roda di antara tombol kanan dan kiri mouse tersebut. Jika Anda gerakkan roda ke arah bawah maka gambar bisa ter-zoom in. Tapi, jika Anda gerakkan roda ke arah atas maka gambar akan ter-zoom out. 
Zoom In dan Zoom Out Bisa Dikontrol Lewat Scroll Mouse



November 18, 2014

Memperkecil Ukuran Kanvas dengan Cepat pada Adobe Photoshop CS

Ukuran kanvas mungkin saja terlalu besar atau terlalu kecil saat kita telah selesai membuat sebuah desain grafis. Jika terlalu besar, kita bisa mengecilkan ukuran kanvas lewat  beragam cara. 
Cara yang biasa ditempuh yaitu dengan mengklik menu Image > Canvas Size dan mengatur ulang ukuran kanvas dengan memasukkan angka di bagian Width dan Height secara manual. Tapi, cara ini memiliki tingkat kesalahan yang cukup tinggi terutama jika kitatidak mengerti betul berapa ukuran kanvas yang kita inginkan. 
Cara yang lebih mudah yaitu menggunakan Crop Tool
Caranya, klik Crop Tool  
dan buatlah persegi empat sama seperti Anda menciptakan bidang seleksi menggunakan Rectangular Marquee Tool.
Sekarang, bagian yang berada di luar bidang persegi empat Crop Tool itu akan dihilangkan. Anda bisa mengatur ukuran bidang Crop Tool itu secara mudah dengan cara menyeret salah satu handle (kotak hitam) yang ada di sekeliling bidang persegi empat itu. 
Jika Anda sudah menemukan ukuran yang pas, klik-ganda mouse Anda dan secara otomatis, ukuran kanvas akan terpotong mengikuti besarnya bidang persegi empat tersebut, seperti contoh gambar dibawah ini.
Besarnya Kanvas akan Mengikuti Besar Kecilnya Bidang Seleksi yang Anda Buat Menggunakan Crop Tool (Kiri) dan Bentuk Kanvas yang Sudah  Diperkecil (Kanan)

November 17, 2014

Menduplikat Layer Secara Cepat pada Adobe Photoshop CS

Kadangkala, sebuah gambar yangada di layer tertentu akan kita duplikat. Tentu, Anda bisa melakukannya dengan mengklik menu Layer > Duplicate Layer. Tapi adakalanya, cara ini kurang praktis. 
Sebagai cara yang terpraktis, Anda bisa menduplikat layer dengan menekan  Ctrl+Shift+tombol anak panah atas. Dalam sekejap akan muncul layer kopian di atas layer yang Anda kopi tadi. 
Selain tombol anak panah atas, Anda bisa menggunakan tombol anak panah yang lain, yaitu bawah, kiri, atau kanan sesuai kebutuhan. 

CATATAN: 
Jika Anda menekan tombol-tombol di atas plus tombol anak panah atas maka gambar kopianini akan lebih tinggi satu langkah dibanding gambar yang asli. Begitu pula jika Anda menekan tombol anak panah kiri, gambar hasil duplikat ini  akan tergeser satu langkah kearah kiri dibanding gambar  aslinya. 

November 16, 2014

Menyeleksi Objek dengan Cepat pada Adobe Photoshop CS

Saat bekerja dengan Adobe Photoshop CS, kita akan sering sekali melakukan seleksi terhadap sebuah objek. Ada banyak cara untuk menyeleksi objek, tapi yang tercepat yaitu menggunakan trik berikut ini: 
1.  Arahkan kursor mouse tepat diatas layer tempat objek yang akan kita seleksi berada. 
2.  Tekan Ctrl+tombol kiri mouse.pert
3.  Objek yang ada di layer itu akan terseleksi dengan segera seperti gambar dibawah ini.

November 7, 2014

Shahih Bukhari Bab 3: Kitab ilmu Orang yang Mengeraskan Suaranya mengenai Ilmu Pengetahuan

Orang yang Mengeraskan Suaranya mengenai Ilmu Pengetahuan
43. Abdullah bin Amr رضي الله عنه berkata, "Nabi صلی الله عليه وسلم tertinggal (dari kami 4/91) dalam suatu perjalanan yang kami tempuh lalu beliau menyusul kami, dan kami telah terdesak oleh shalat (pada satu riwayat disebutkan: shalat ashar). Kami berwudhu, dan ketika kami sampai membasuh kaki, lalu beliau menyeru dengan suara yang keras, 'Celakalah bagi tumit-tumit karena api neraka!' (Beliau mengucapkannya dua atau tiga kali)."

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 2: Kitab ilmu Seseorang yang ditanya mengenai ilmu pengetahuan

Seseorang yang ditanya mengenai ilmu pengetahuan, sedangkan ia masih sibuk berbicara. Kemudian ia menyelesaikan pembicaraannya, lalu menjawab orang yang bertanya.
42. Abu Hurairah رضي الله عنه berkata, "Ketika Rasulullah صلی الله عليه وسلم di suatu majelis sedang berbicara dengan suatu kaum, datanglah seorang kampung dan berkata, 'Kapankah kiamat itu?' Rasulullah terus berbicara, lalu sebagian kaum berkata, 'Beliau mendengar apa yang dikatakan olehnya, namun beliau benci apa yang dikatakannya itu.' Dan sebagian dari mereka berkata, 'Beliau tidak mendengarnya.' Sehingga, ketika beliau selesai berbicara, maka beliau bersabda, 'Di manakah gerangan orang yang bertanya tentang kiamat?' Ia berkata, 'Inilah saya, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Apabila amanat itu telah disia-siakan, maka nantikanlah kiamat.' Ia berkata, 'Bagaimana menyia-nyiakannya?' Beliau bersabda, 'Apabila perkara (urusan) diserahkan (pada satu riwayat disebutkan dengan: disandarkan 7/188) kepada selain ahlinya, maka nantikanlah kiamat."

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 1: Kitab ilmu Keutamaan Ilmu

Kitab Ilmu
Keutamaan Ilmu. Firman Allah, "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (al-Mujaadilah: 11), dan, "Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."('Thaahaa: 114)
(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari tidak membawakan satu hadits pun.")

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

November 4, 2014

Shahih Bukhari Bab 40: Kitab Iman Sabda Nabi صلی الله عليه وسلم, "Agama adalah nasihat

Kitab Iman
Sabda Nabi صلی الله عليه وسلم, "Agama adalah nasihat (kesetiaan) kepada Allah, Rasul-Nya, pemimpin-pemimpin kaum muslimin dan umat nya."[ 25 ] Dan firman Allah Ta'ala, "Apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul Nya."(at-Taubah: 91)
41. Jarir bin Abdullah berkata, "Saya berbaiat kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم untuk [bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan 3/27] mendirikan shalat, memberikan zakat, [mendengar dan patuh, lalu beliau mengajarkan kepadaku apa yang mampu kulakukan 8/122], dan memberi nasihat kepada setiap muslim." Dan, menurut riwayat lain dari Ziyad bin Ilaqah, ia berkata, "Saya mendengar Jarir bin Abdullah berkata pada hari meninggalnya Mughirah bin Syu'bah. Ia (Jarir) berdiri, lalu memuji dan menyanjung Allah, lalu berkata, 'Hendaklah kamu semua bertakwa kapada Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Juga hendaklah kamu semua bersikap tenang dan tenteram sehingga amir, penguasa daerah, datang padamu, sebab ia nanti akan datang ke sini.' Kemudian ia berkata lagi, 'Berilah maaf pada amirmu (pemimpinmu), sebab pemimpin (kalian) senang memberi maaf orang lain. Seterusnya Jarir berkata, 'Amma ba'du, (kemudian) aku datang kepada Nabi صلی الله عليه وسلم dan aku berkata, 'Aku berbaiat kepadamu atas Islam.' Lalu beliau mensyaratkan atasku agar menasihati setiap muslim. Maka, saya berbaiat kepada beliau atas yang demikian ini. Demi Tuhan Yang Menguasai masjid ini, sesungguhnya aku ini benar-benar memberikan nasihat kepada kamu sekalian.' Sehabis itu ia mengucapkan istighfar (mohon pengampunan kepada Allah), lalu turun (yakni duduk)."

[25] Di-maushul-kan oleh Muslim dan lainnya dari hadits Tamim ad-Dari, dan hadits ini telah ditakhrij dalam Takhrij al-Halal (328) dan Irwa-ul Ghalil (25).
 
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 39: Kitab Iman Keterangan tentang apa yang terdapat dalam hadits

Kitab Iman
Keterangan tentang apa yang terdapat dalam hadits bahwa sesungguhnya semua amal perbuatan itu tergantung pada niat dan harapan memperoleh pahala dari Allah sesuai dengan apa yang diniatkannya. Bab ini meliputi keimanan, wudhu, shalat, zakat, haji, puasa, dan hukum-hukum. Allah berfirman, "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing. " (al-Israa': 84)
10.[23] Nafkah yang dikeluarkan seorang laki-laki untuk keluarganya dengan niat untuk memperoleh suatu pahala dari Allah adalah sedekah.
11.[24] Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Tetapi jihad dan niat."

[23] Ini adalah bagian dari hadits Abu Mas'ud al-Badri yang di-maushul-kan oleh penyusun pada (69 - an-Nafaqat / 1- BAB).
[24] Ini adalah bagian dari hadits Ibnu Abbas yang akan disebutkan secara maushul pada (56 al-Jihad / 27-BAB).
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

November 2, 2014

Shahih Bukhari Bab 38: Kitab Iman Memberikan Seperlima dari Harta Rampasan Perang Termasuk Keimanan

Kitab Iman
Memberikan Seperlima dari Harta Rampasan Perang Termasuk Keimanan
40. Abi Jamrah berkata, "Aku duduk dengan Ibnu Abbas dan ia mendudukkan aku di tempat duduknya. Dia berkata, Tinggallah bersamaku sehingga aku berikan untukmu satu bagian dari hartaku.' Maka, aku pun tinggal bersamanya selam dua bulan. (Dan dalam satu riwayat: 'Aku menjadi juru bicara antara Ibnu Abbas dan masyarakat 1/ 30). (Kemudian pada suatu saat dia berkata kepadaku). (Dan dalam satu riwayat: Aku berkata kepada Ibnu Abbas, 'Sesungguhnya aku mempunyai guci untuk membuat nabidz 'minuman keras', lalu aku meminumnya dengan terasa manis di dalam guci itu jika aku habis banyak. Kemudian aku duduk bersama orang banyak dalam waktu yang lama karena aku takut aku akan mengatakan sesuatu yang memalukan.' (Lalu Ibnu Abbas berkata 5/116), 'Sesungguhnya utusan Abdul Qais ketika datang kepada Nabi صلی الله عليه وسلم, beliau bertanya, 'Siapakah kaum itu atau siapakah utusan itu?' Mereka menjawab, '[Kami adalah satu suku dari 7/114] Rabi'ah.' (Dan dalam satu riwayat: 'Maka kami tidak dapat datang kepadamu kecuali pada setiap bulan Haram' 4/157). Beliau bersabda, 'Selamat datang kaum atau utusan (yang datang) tanpa tidak kesedihan dan penyesalan." Mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami tidak dapat datang kepada engkau kecuali pada bulan Haram, karena antara kita ada perkampungan ini yang (berpenghuni) kafir mudhar. [Kami datang kepadamu dari tempat yang jauh], maka perintahkanlah kami dengan perintah yang terperinci (dan dalam satu riwayat: dengan sejumlah perintah). [Kami ambil dari engkau dan 1/133] kami beri tahukan kepada orang-orang yang di belakang kami dan karenanya kami masuk surga [jika kami mengamalkannya' 8/217]. Mereka bertanya kepada beliau tantang minuman. Lalu beliau menyuruh mereka dengan empat perkara dan melarang mereka (dan dalam satu riwayat disebutkan bahwa beliau bersabda, 'Aku perintahkan kamu dengan empat perkara dan aku larang kamu) dari empat perkara, yaitu aku perintahkan kamu beriman kepada Allah (Azza wa Jalla) saja.' Beliau bertanya, 'Tahukah kalian apakah iman kepada Allah sendiri itu? Mereka berkata, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau bersabda, 'Bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah [dan beliau menghitung dengan jarinya 4/44], mendirikan shalat, memberikan zakat, puasa Ramadhan, dan kalian memberikan harta seperlima harta rampasan perang. Lalu, beliau melarang mereka dari empat hal yaitu (dan dalam satu riwayat: Janganlah kamu minum dalam) guci hijau, labu kering, pohon korma yang diukir, dan sesuatu yang dilumuri fir (empat hal ini adalah alat untuk membuat minuman keras).' Barangkali beliau bersabda (juga), 'Barang yang dicat.' Dan beliau bersabda, 'Peliharalah semua itu dan beri tahukanlah kepada orang yang di belakang kalian!"

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 38: Kitab Iman Keutamaan Orang yang Membersihkan Agamanya

Kitab Iman
Keutamaan Orang yang Membersihkan Agamanya
39. An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (dan dalam satu riwayat: perkara-perkara musytabihat / samar, tidak jelas halal-haramnya, 3/ 4), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. (Dalam satu riwayat disebutkan bahwa barangsiapa yang meninggalkan apa yang samar atasnya dari dosa, maka terhadap yang sudah jelas ia pasti lebih menjauhinya; dan barangsiapa yang berani melakukan dosa yang masih diragukan, maka hampir-hampir ia terjerumus kepada dosa yang sudah jelas). Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya (dan dalam satu riwayat: kemaksiatan-kemaksiatan itu adalah tanah larangan Allah). Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati."

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 37: Kitab Iman Pertanyaan Malaikat Jibril kepada Nabi

Kitab Iman
Pertanyaan Malaikat Jibril kepada Nabi صلی الله عليه وسلم tentang iman, Islam, ihsan, pengetahuan tentang hari kiamat, dan keterangan yang diberikan Nabi صلی الله عليه وسلم kepadanya, lalu beliau bersabda, "Malaikat Jibril عليه السلام datang untuk mengajarkan kepada kalian agama kalian." Maka, Nabi صلی الله عليه وسلم menganggap bahwa semuanya itu sebagai agama.[ 22 ] Semua yang diterangkan Nabi صلی الله عليه وسلم kepada tamu Abdul Qais (tersebut) termasuk keimanan. Dan firman Allah, "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima agama itu daripadanya. " (Ali Imran : 85)
(Saya berkata, "Dalam hal ini Imam Bukhari meriwayatkan hadits Jibril yang diisyaratkan itu dari hadits Abu Hurairah yang akan datang [65-at-Tajsir/21-asSurah 2-Bab]").
Abu Abdillah berkata, "Beliau menjadikan semua itu termasuk keimanan."

[22] Menunjuk hadits Ibnu Abbas yang akan disebutkan secara maushul sesudah dua bab lagi.
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 36: Kitab Iman Kekhawatiran Orang yang Beriman jika Sampai Terhapus Amalnya Tanpa Disadarinya

Kitab Iman
Kekhawatiran Orang yang Beriman jika Sampai Terhapus Amalnya Tanpa Disadarinya
9.[18] Ibrahim at Taimi berkata, 'Tidak pernah perkataanku sebelum aku melakukan (atau) aku menunjukkan amal perbuatanku, melainkan aku takut kalau-kalau aku nanti akan disudutkan oleh amalan yang tidak jadi aku lakukan."


10.[19] Ibnu Abi Mulaikah berkata, "Aku mengunjungi tiga puluh sahabat Nabi صلی الله عليه وسلم dan masing-masing khawatir dengan munafik dan tak seorang pun di antara mereka yang mengatakan bahwa keimanannya sama kuatnya seperti yang ada pada Jibril dan Mikail."



11.[20] Al-Hasan al-Bashri berkata, 'Tiada seorang pun yang takut akan hal itu (yakni kemunafikan) melainkan ia adalah orang mukmin yang sebenar-benarnya dan tiada seorang pun yang merasa aman akan hal itu melainkan ia pasti seorang yang munafik."



38. Ziad berkata, "Aku bertanya kepada Wa-il tentang golongan Murji-ah,[21] lalu dia berkata, 'Aku diberi tahu oleh Abdullah bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda', "Mencaci maki orang muslim adalah fasik dan memeranginya adalah kafir."


[18] Di-maushul-kan oleh penyusun dalam At-Tarikh dan Ahmad dalam Az-Zuhd dengan sanad sahih darinya.
[19] Di-maushul-kan oleh Ibnu Abi Khaitsamah di dalam Tarikh-nya, tetapi dia tidak menyebutkan jumlahnya. Demikian pula Ibnu Nashr di dalam Al-Iman, dan Abu Zur'ah ad-Dimasyqi di dalam Tarikh-nya dari jalan lain darinya sebagaimana disebutkan di sini.
[20] Di-maushul-kan oleh Ja'far al-Faryabi di dalam Shifatul Munafiq dari beberapa jalan dengan lafal yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan sahihnya riwayat ini darinya. Maka, bagaimana bisa terjadi penyusun meriwayatkannya dengan menggunakan kata-kata "wa yudzkaru" 'dan disebutkan' yang mengesankan bahwa ini adalah hadits dhaif? Al-Hafizh menjawab hal itu yang ringkasnya bahwa penyusun (Imam Bukhari) tidak mengkhususkan redaksi tamridh 'melemahkan' ini sebagai melemahkan isnadnya, bahkan dia juga menyebutkan matan dengan maknanya saja atau meringkasnya juga. Hal ini perlu dipahami karena sangat penting.
[21] Mereka adalah salah satu dari kelompok-kelompok sesat. Mereka berkata, "Maksiat itu tidak membahayakan iman."
 
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 35: Kitab Iman Mengantarkan Jenazah adalah Sebagian dari Keimanan

Kitab Iman
Mengantarkan Jenazah adalah Sebagian dari Keimanan
37. Abu Hurairah رضي الله عنه mengatakan bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Barangsiapa yang mengiringkan jenazah orang Islam karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, dan ia bersamanya sehingga jenazah itu dishalati dan selesai dikuburkan, maka ia kembali mendapat pahala dua qirath yang masing-masing qirath seperti Gunung Uhud. Barangsiapa yang menyalatinya kemudian ia kembali sebelum dikuburkan, maka ia kembali dengan (pahala) satu qirath."

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 34: Kitab Iman Membayar Zakat adalah Sebagian dari Islam

Kitab Iman
Membayar Zakat adalah Sebagian dari Islam. Firman Allah, "Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus."
36. Thalhah bin Ubaidillah رضي الله عنه berkata, "Seorang laki-laki (dalam satu riwayat disebutkan: seorang Arab dusun 2/225) penduduk Najd datang kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم dengan morat-marit (rambut) kepalanya. Kami mendengar suaranya tetapi kami tidak memahami apa yang dikatakannya sehingga dekat. Tiba-tiba ia bertanya tentang Islam (di dalam suatu riwayat disebutkan bahwa ia berkata, 'Wahai Rasulullah, beri tahukanlah kepadaku, apa sajakah shalat yang diwajibkan Allah atas diriku?). Lalu Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Shalat lima kali dalam sehari semalam." Lalu ia bertanya lagi, "Apakah. ada kewajiban atasku selainnya?" Beliau bersabda, "Tidak, kecuali kalau engkau melakukan yang sunnah." Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Dan puasa (dan di dalam satu riwayat disebutkan: "Beri tahukanlah kepadaku, apa sajakah puasa yang diwajibkan Allah atasku?" Lalu beliau menjawab, "Puasa pada bulan") Ramadhan." Ia bertanya lagi, "Apakah ada kewajiban atasku selainnya?" Beliau bersabda, "Tidak, kecuali sunnah." [Lalu dia berkata, "Beri tahukanlah kepadaku, apakah zakat yang diwajibkan Allah atasku?" 2/225]. Thalhah berkata, "Rasulullah صلی الله عليه وسلم menyebutkan kepadanya zakat" (Dan dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم memberitahukan kepadanya tentang syariat-syariat Islam). Lalu dia bertanya, "Apakah ada kewajiban selainnya atas saya?" Beliau menjawab, "Tidak, kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah." Kemudian laki-laki itu berpaling seraya berkata, "Demi Allah, saya tidak menambah dan tidak pula mengurangi [sedikit pun dari apa yang telah diwajibkan Allah atas diri saya] ini." Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Berbahagialah dia, jika (dia) benar."

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 33: Kitab Iman Keimanan Bertambah dan Berkurang

Kitab Iman
Keimanan Bertambah dan Berkurang. Firman Allah, "Dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk" (al-Muddatstsir: 31) dan "Hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu" (al-Maa'idah: 3). Apabila seseorang meninggalkan sebagian dari kesempurnaan agamanya, maka agamanya tidaklah sempurna.
34. Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."


35. Umar ibnul-Khaththab رضي الله عنه mengatakan bahwa seorang Yahudi berkata (dan dalam suatu riwayat: beberapa orang Yahudi berkata 5/127) kepadanya, "Wahai Amirul Mu'minin, suatu ayat di dalam kitabmu yang kamu baca seandainya ayat itu turun atas golongan kami golongan Yahudi, niscaya kami jadikan hari raya." Umar bertanya, "Ayat mana itu?" Ia menjawab, "Al-yauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu 'alaikum ni'matii waradhiitu lakumul islaamadiinan" 'Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu dan Aku sempurnakan atasmu nikmat-Ku dan Aku rela Islam sebagai agamamu'." Lalu Umar berkata, "Kami telah mengetahui hari itu dan tempat turunnya atas Nabi صلی الله عليه وسلم, yaitu beliau sedang berdiri di Arafah pada hari Jumat. [Demi Allah, saya pada waktu itu berada di Arafah]."


[17] Di-maushul-kan oleh Hakim dalam Kitab Al-Arba'in dan di situ Qatadah menyampaikan dengan jelas dengan menggunakan kata tahdits 'diinformasikan' dari Anas. Saya (Al-Albani) katakan, "Dan di-maushul-kan oleh penyusun (Imam Bukhari) dari jalan lain dari Anas di dalam hadits safa'at yang panjang, dan akan disebutkan pada "(7 -At-Tauhid / 36)".
 
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

November 1, 2014

Shahih Bukhari Bab 32: Kitab Iman Amalan dalam Agama yang Paling Dicintai Allah Azza wa Jalla Ialah

Kitab Iman
Amalan dalam Agama yang Paling Dicintai Allah Azza wa Jalla Ialah yang Dilakukan Secara Konstan (Terus Menerus / Berkesinambungan)
33. Aisyah رضي الله عنها mengatakan bahwa Nabi saw: masuk ke tempatnya dan di sisinya ada seorang wanita [dari Bani Asad 2/48], lalu Nabi bertanya, "Siapakah ini?" Aisyah menjawab, "Si Fulanah [ia tidak pernah tidur malam], ia menceritakan shalatnya." Nabi bersabda, "Lakukanlah [amalan] menurut kemampuanmu. Karena demi Allah, Allah tidak merasa bosan (dan dalam satu riwayat: karena sesungguhnya Allah tidak merasa bosan) sehingga kamu sendiri yang bosan. Amalan agama yang paling disukai-Nya ialah apa yang dilakukan oleh pelakunya secara kontinu (terus menerus / berkesinambungan)."

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 31: Kitab Iman Baiknya Keislaman Seseorang

Kitab Iman
Baiknya Keislaman Seseorang
6.[16] Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."            


32. Abu Hurairah رضي الله عنه berkata, "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, Apabila seseorang di antara kamu memperbaiki keislamannya, maka setiap kebaikan yang dilakukannya ditulis untuknya sepuluh kebaikan yang seperti itu hingga tujuh ratus kali lipat. Dan setiap kejelekan yang dilakukannya ditulis untuknya balasan yang sepadan dengan kejelekan itu."


[16] Hadits Ini menurut penyusun (Imam Bukhari) rahimahullah adalah mu'allaq, dan dia di-maushul-kan oleh Nasaa'i denqan sanad sahih, sebagaimana telah ditakhrij dalam Al-Ahaadiitsush Shahihah (247).
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 30: Kitab Iman Shalat Termasuk Iman,

Kitab Iman
Shalat Termasuk Iman, dan Firman Allah, "Allah tidak akan menyia-nyiakan keimananmu", yakni Shalatmu di Sisi Baitullah
31. Al-Barra' mengatakan bahwa ketika Nabi صلی الله عليه وسلم pertama kali tiba di Madinah, beliau singgah pada kakek-kakeknya atau paman-pamannya dari kaum Anshar. Beliau melakukan shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas bulan atau tujuh belas bulan. Tetapi, beliau senang kalau kiblatnya menghadap ke Baitullah. (Dan dalam satu riwayat disebutkan: dan beliau ingin menghadap ke Ka'bah 1/104). Shalat yang pertama kali beliau lakukan ialah shalat ashar, dan orang-orang pun mengikuti shalat beliau. Maka, keluarlah seorang laki-laki yang telah selesai shalat bersama beliau, lalu melewati orang-orang di masjid [dari kalangan Anshar masih shalat ashar dengan menghadap Baitul Maqdis] dan ketika itu mereka sedang ruku. Lalu laki-laki itu berkata, "Aku bersaksi demi Allah, sesungguhnya aku telah selesai melakukan shalat bersama Rasulullah صلی الله عليه وسلم dengan menghadap ke Mekah." Maka, berputarlah mereka sebagaimana adanya itu menghadap ke arah Baitullah [sambil ruku 8/134], [sehingga mereka semua menghadap ke arah Baitullah].
Orang-orang Yahudi dan Ahli Kitab suka kalau Rasulullah صلی الله عليه وسلم shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis. Maka, ketika beliau menghadapkan wajahnya ke arah Baitullah, mereka mengingkari hal itu, [lalu Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat 144 surat al-Baqarah, "Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit." Lalu, beliau menghadap ke arah Ka'bah. Maka, berkatalah orang-orang yang bodoh, yaitu orang-orang Yahudi, "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allahlah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus." 7/104]. [Dan orang-orang yang telah meninggal dunia dan terbunuh dengan masih menghadap kiblat sebelum dipindahkannya kiblat itu, maka kami tidak tahu apa yang harus kami katakan tentang mereka, lalu Allah menurunkan ayat, "Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang" (Surat al-Baqarah - 143)].

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 29: Kitab Iman Melakukan Sunnah Shalat Malam Bulan Ramadhan Termasuk Keimanan

Kitab Iman
Melakukan Puasa Ramadhan Karena Mengharap Keridhaan Allah Termasuk Keimanan
29. Abu Hurairah berkata, "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, 'Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mencari keridhaan Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu."

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 28: Kitab Iman Agama Itu Mudah

 Kitab Iman
Agama Itu Mudah,[ 15 ] dan Sabda Nabi صلی الله عليه وسلم, "Agama yang Paling Dicintai Allah Ialah yang Lurus dan Lapang."
30. Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak akan seseorang memberat-beratkan diri dalam beragama melainkan akan mengalahkannya. Maka, berlaku luruslah, berlaku sedanglah, bergembiralah, dan mintalah pertolongan pada waktu pagi, sore, dan sedikit pada akhir malam."

[15] Di-maushul-kan oleh penyusun di dalarn Al-Adabul Mufrad dan oleh Ahmad dan lain-lainnya dari hadits Ibnu Abbas recara marfu', sedangkan dia adalah hadits hasan sebagaimana sudah saya jelaskan dalam Al-Ahaadiitsush Shahihah (879).
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 27: Kitab Iman Melakukan Sunnah Shalat Malam Bulan Ramadhan Termasuk Keimanan

Kitab Iman
Melakukan Sunnah Shalat Malam Bulan Ramadhan Termasuk Keimanan
28. Abu Hurairah رضي الله عنه mengatakan bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Barangsiapa menunaikan shalat malam Ramadhan (tarawih) karena iman dan mengharap keridhaan Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu."

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)       

Shahih Bukhari Bab 26: Kitab Iman Melakukan Jihad Termasuk Keimanan

Kitab Iman
Melakukan Jihad Termasuk Keimanan
27. Abu Hurairah mengatakan bahwa (dan dalam jalan lain disebutkan: Dia berkata, "Saya mendengar 3/203) Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, 'Allah menjamin orang yang keluar di jalan Nya, yang tidak ada yang mengeluarkannya kecuali karena iman kepada Nya dan membenarkan rasul-rasul Nya, bahwa Dia akan memulangkannya dengan mendapatkan pahala atau rampasan (perang), atau Dia memasukkannya ke dalam surga. Kalau bukan karena akan memberatkan umatku, niscaya saya tidak duduk-duduk di belakang. (Dari jalan lain disebutkan: Demi Zat yang diriku berada dalam genggaman-Nya, kalau bukan karena khawatir bahwa banyak orang dari kaum mukminin tidak senang hatinya ketinggalan dari saya, dan saya tidak dapat mengangkut mereka, niscaya saya tidak akan tertinggal dari 3/ 203) pasukan [yang berperang di jalan Allah]. [Tetapi, saya tidak mendapatkan kendaraan dan tidak mendapatkan sesuatu untuk mengangkut mereka, dan berat bagi saya kalau mereka tertinggal dari saya 8/11]. [Dan demi Zat yang diriku berada dalam genggaman Nya 8/ 128] sesungguhnya saya ingin terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh lagi, kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh lagi."

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)